Tips Menangkal Modus Penipuan Belanja Online Terbaru yang Semakin Samar

banner 468x60

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang modus penipuan online yang sedang viral di internet, saya menulis ini berdasarkan pengalaman pribadi saya yang hampir terkena tipu belanja online yang hampir saya tidak percaya karena pembeli mengatakan sudah mentransfer tinggal dicairkan dan posisi saya adalah mengambil uang transfer tersebut sehingga diawal-awal percakapan saya tidak curiga,

Kejadian ini terjadi pada tanggal 4 Mei 2018 saya cantumkan tanggal agar pembaca bisa semakin hati-hati di tanggal setelah itu, mengapa? Tentunya waktu-waktu setelah tanggal tersebut modus penipuan sejenis akan bisa bermetamorfosis menjadi lebih halus lagi, bukan karena memakai jampi-jampi atau ilmu hitam, tetapi cukup melalui model transaksi online dengan segala keribetannya dan belum diketahui oleh banyak orang

Bermula sang pelaku yang menghubungi saya lewat whatsapp dia menanyakan tentang lampu hias kaligrafi hiskal yang saya jajarkan di bukalapak, saya pun melayaninya dengan senang hati setelah semua sudah disepakati sang pelaku menanyakan no rekening saya, namun sang pelaku enggan untuk transfer ke rekening saya melainkan dia ingin saya ambil tunai, disinilah saya mulai curiga, sayapun menyuruh dia transfer biasa saja langsung ke rekening saya tapi dia menolak dengan alasan ini dan itu, maka saya layani dengan anggapan “mungkin saja bisa?” karena posisi dia SUDAH MENTRANSFER sehingga posisi saya serba salah takut mengecewakan pelanggan dll sehingga saya layani.

Kemudian dia menyuruh saya ke atm untuk melakukan transaksi tapi saya menolak, lihat screenshot dibawah, nantinya sang pelaku akan memberikan kode yang dimanupulasi yang seakan-akan itu kode untuk pencairan dana, padahal bukan! Karena posisi saya yang memasukan kartu atm saya berarti saya yang mentransfer.

Padahal yang namanya dana bisa masuk ke tabungan tanpa harus kita ke atm Tidak berhenti di situ dengan embel-embel uangya sudah dia transfer dan posisi saya butuh uang dia menyuruh saya ke Indomaret nanti dikasih kode pengambilan uangnya tapi dia menyarati agar saya menghubungi dia jika sudah sampai di Indomaret. Maka saya layani dengan polosnya, setelah tiba saya hubungi dia kemudia dia langsung mengirimkan kode voucher.

clip_image003

Kemudian sang pelaku meminta saya untuk masuk ke kasir dan memberikan kode voucher dan kartu debit saya nanti uangnya akan masuk ke rekening saya (katanya) jika kasir mengatakan “Jumlahnya 4.900.000 maka saya disuruh mengatakan iya silakan diproses,, katanya juga dana 4.900.000 adalah dana sang pelaku, padahal kalo saldo itu tidak bisa dibaca kecuali oleh pemilik lapak karena butuh sandi) maka saya turuti dengan perasaan curiga sesampainya di kasir saya tanya-tanya dulu ternyata sang kasir mengataka “Mas akan mentransfer uang 4.900.000 ke rekening bukalapak chika, yakin?” saya jawab Saya tidak transfer tapi ambil tunai, sang kasir menjawab “Di sini tertera jelas mas mengisi tabunganya bukalapak atas nama chika” sang kasir kemudian menambaih hati-hati mas banyak penipuan” sang penipu menelfon gimana mas? Saya jawab gak jadi! Transaksi batal.

Dikuatkan lagi ketika saya membaca artikel di fadlansinaga.com/2017/11/penipuan-model-baru-di-bukalapak.html Dengan modus yang sejenis, oleh karena itu kami punya beberapa tips untuk anda dalam belanja online

1. Mintalah kartu tanda pengenal si calon pembeli/penjual jadi ketika mau mentransfer akan terlihat di layar monitor dan samakan nama pemilik rekening bank dengan yang ada di ktp, dengan adanya ktp ini jika terjadi penipuan anda bisa menghubungi polisi terdekat, dan jangan hapus chattingan dengan pelaku sebagai tanda bukti.

2. Jika anda sebagai penjual pastikan minta ktp si pembeli, ketika bertransaksi si pembeli mentransfer uang yang sudah disepakati harganya, jangan percaya dengan kode voucher atau yang semisalnya, jika sudah mentransfer pastikan minta tanda bukti.

3. Jika anda sebagai pembeli pastikan minta ktp/surat legalisasi perusahaan, setelah itu mintalah barang yang akan dibeli agar di buatkan video. Demikianlah semoga bermanfaat.

4. Jika bertransaksi di bukalapak, tokopedia, atau sejenisnya, jangan mau diajak bertransaksi di luar web tersebut. Apalagi posisi anda sebagai buyer. Sangat rawan penipuan.

by Ibrohim.

clip_image001

clip_image002

Email Autoresponder indonesia
author
Penulis: 

    Tinggalkan pesan "Tips Menangkal Modus Penipuan Belanja Online Terbaru yang Semakin Samar"